Archive for April, 2006

Theme Song

Sunday, April 23rd, 2006

Last week was not a very good week for me. Everything just seems to be going wrong. I had a couple of fights with Radit, couldn’t control my temper. Lagi males-malesan. Lagi bingung soal parenting, need to learn more. Ngga ikut pengajian rutin. Kerjaan tiap pagi cuma nginternet & lagi seneng buka friendster & add new friends. Ada pengajian Jumat malem sambil selametan tetangga yang baru pindah, mau ikut ternyata katanya tanpa mengurangi rasa hormat dimohon untuk tidak membawa anak, ya sudah jadinya Frieza aja yang pergi.

So my theme song for the week was

Where is the moment when we need it the most

You kick up the leaves and the magic is lost

They tell me your blue sky’s faded to grey

They tell me your passion’s gone away

And I don’t need no carrying on

Stand in the line just ahead of the law

You’re faking a smile with the coffee you go

You tell me your life’s been way off line

You’re falling to pieces everytime

And I don’t need no carrying on

Cause you had a bad day

You’re taking one down

You sing a sad song just to turn it around

You say you don’t know

You tell me don’t lie

You work out a smile and you go for a ride

You had a bad day

The camera don’t lie

You’re coming back down and you really don’t mind

You had a bad day .. You had a bad day

Well you need a blue sky holiday

The point is they laugh at what you say

And I don’t need no carrying on

Cause you had a bad day

You’re taking one down

You sing a sad song just to turn it around

You say you don’t know

You tell me don’t lie

You work out a smile and you go for a ride

You had a bad day

The camera don’t lie

You’re coming back down and you really don’t mind

You had a bad day

Sometimes the system goes on the blink

And the whole thing it turns out wrong

You might not make it back and you know

That you could be well oh that strong

Well I’m not wrong

So where is the passion when you need it the most

Oh you and I

You kick up the leaves and the magic is lost

Cause you had a bad day

You’re taking one down

You sing a sad song just to turn it around

You say you don’t know

You tell me don’t lie

You work out a smile and you go for a ride

You had a bad day

It seem what you like

And how does it feel for one more time

You had a bad day …. had a bad day

By the end of the week, I changed my theme song to

I don’t care if Monday’s blue

Tuesday’s grey and Wednesday too

Thursday I don’t care about you It’s

Friday I’m in love

Monday you can fall apart

Tuesday Wednesday break my heart

Thursday doesn’t even start

It’s Friday I’m in love

Saturday wait

And Sunday always comes too late

But Friday never hesitate…

I don’t care if Mondays black

Tuesday Wednesday heart attack

Thursday never looking back

It’s Friday I’m in love

Monday you can hold your head

Tuesday Wednesday stay in bed

Or Thursday watch the walls instead

It’s Friday I’m in love

Saturday wait

And Sunday always comes too late

But Friday never hesitate…

Dressed up to the eyes, it’s a wonderful surprise

To see your shoes and your spirits rise

Throwing out your frown and just smiling at the sound

And as sleek as a shriek spinning round and round

Always take a big bite, it’s such a gorgeous sight

To see you eat in the middle of the night

You can never get enough, enough of this stuff

It’s Friday I’m in love

I don’t care if Monday’s blue

Tuesday’s grey and Wednesday too

Thursday I don’t care about you

It’s Friday I’m in love

Monday you can fall apart

Tuesday Wednesday break my heart

Thursday doesn’t even start

It’s Friday I’m in love

This week I intend to improve and make it a good week.

Weekend 23-24 April 2006

Sunday, April 23rd, 2006

Sabtu pagi Radit ikut ayahnya main badminton sama tetangga-tetangga. Katanya sih pas ayahnya main dia duduk diam aja, abis itu baru main basket sama ayahnya. Aku di rumah beberes aja. Seneng aja lihat mereka pulang penuh keringet tapi seger, apalagi Radit seperti biasa langsung cerita dgn excited.

Siangnya lunch di Avenue K, trus ngajak Radit nonton Ice Age 2 di KLCC, it’s his first experience to watch a movie in a theatre. Desktop_6_mdHe enjoyed it, nonton kartun di layar besar. Sempet juga bosen & ngajak pulang, berdiri & lihat-lihat sekelilingnya, untungnya ga jalan-jalan, tapi masih bisa dibujuk buat nonton lagi. Yang bikin repot, besernya.. gara-gara baru minum banyak, sampe 3 kali bolak-balik ke toilet, yang pertama sebelum film mulai, tapi kita udah duduk jadi keluar lagi, yang kedua di tengah-tengah film untung ayahnya mau nganter. Kunjungan ke toilet yang ke-3 beberapa menit sebelum filmnya selesai, tapi berhubung ga bisa ditahan, ya udah deh dari toilet langsung ke luar aja & nunggu ayahnya keluar dari theatre. Jadi aja ga nonton endingnya. Abis itu jadi ketagihan, all weekend Radit ngajak kami nonton lagi..hehe..

Dari KLCC balik lagi ke Avenue K ke Toys-R-Us memanfaatkan voucher RM 30 yang pernah dikasih orang. Thank you very much, whoever and whereever you are now, we truly appreciate your gift. Sempet masuk ke toko Nikko yang jualan mainan mobil-mobilan etc. tapi yang lebih untuk collector’s item atau mainannya bapak-bapak berduit, soalnya rata-rata harganya 3 digit & ada yang sampe 4 digit. Radit kalap, semua ditunjuk & semua pengen… kalo pengen sih ayahnya juga pengen..hehe..

Hari minggu bermalas-malas di rumah, weekend ini lagi ga semangat mau kemana-mana. Sore akhirnya ke Low Yat berempat Udin, beli laptop buat teman Frieza & Udin. Mereka mau mulai karir baru terima pesanan laptop karena katanya harga laptop di sini bisa lebih murah sampe 2 juta rupiah dibandingin sama harga di Jakarta, & Udin berencana mau pulang sebulan sekali berhubung keluarganya masih di Jakarta.

Radit punya kebiasaan baru kalo diajak jalan-jalan trus dia pura-pura mau bobo biar bisa digendong. Siang ini kami suruh dia bobo dulu sebelum pergi supaya nggada alasan mau bobo & minta gendong pas lagi jalan. Perjuangan buat bikin Radit bobo siang susah banget, apalagi keliatannya dia belum terlalu ngantuk. Udah tiduran di kursi trus ada aja alesannya buat bangun lagi. Makin pinter aja dia cari alasan & punya jawaban untuk orang tuanya. Akhirnya bobo juga dia. Gampang banget bangunin Radit dari bobo siangnya, ayahnya cuma bilang ‘Dit bangun, kita pergi ke Low Yat’, Radit langsung bangun & minta ganti baju.

Lunch dulu sebelum hunting laptop, actually it was a late lunch, pergi dari rumah aja jam 3. Udah seneng berhasil nyuapin Radit banyak karena menunya chicken rice, tau-tau entah kenapa dia muntah. Mungkin aku terlalu semangat nyuapin jadi kebanyakan, atau karena dia mulai jalan-jalan & loncat-loncat, bubar lagi deh semuanya. Tapi yang namanya Radit, abis muntah sih seger lagi.

Sementara Ayah & Oom Udin hunting laptop, favorit Radit di Low Yat adalah ngeliat patung orang lagi wall climbing & selalu aja nanya ‘bapaknya lagi ngapain?’ ‘bapaknya mau ke mana’ ‘bapaknya koq diem aja’ ‘bapaknya ga takut cicak?!’

Laptop berhasil dibeli & dapet juga printer all-in-one HP PSC 1410 & CD games buat Radit.

music course lagi

Thursday, April 20th, 2006

tadi malem aku & radit ikut music course lagi di yamaha, bakal rutin seminggu sekali. akhirnya baru daftar sebelum masuk kelas, dapet tas, buku & cd. awalnya radit masih malu-malu, ga mau ikut nyanyi & gerak, dan bukan cuma radit tapi temen-temen sekelasnya yang cowo pada malu-malu. radit malah sempet sibuk megangin tas barunya & pengen masukin buku barunya ke dalam tas, padahal lagi dipake. tapi lama-lama udah mulai panas & dia mulai enjoy, mau juga ngikutin arahan teachernya ikut gerak. radit keliatannya paling seneng pas disuruh gerak-gerakin tangannya ‘to fly like a butterfly’. akhirnya waktu nyanyi ‘bye-bye’ radit malah goyang-goyang  & muter-muter sendiri sementara temen-temennya cuma gerak tangannya aja.

pulang ke rumah, radit langsung pamer tas, buku & cd barunya ke ayahnya trus cdnya dipasang & dia nyanyi-nyanyi sambil gerak-gerak lagi. alhamdulillah, sepertinya dia enjoy ikut music course ini & mudah-mudahan ada hasilnya. semoga aja radit dapet turunan sense of music yang bagus dari ayahnya, jangan kayak ibunya ..hehe..

Favorite Foods

Thursday, April 13th, 2006

- Chicken Rice

It has been his favorite food since we moved to KL. We have tried all kind of chicken rice because it’s one menu I know he won’t object, from the cheap and tasteless one, cheap yet delicious, expensive and delicious and even the expensive but tasteless one. The cheapest chicken rice we ate is RM 3.50 while the most expensive one we ate is RM 15.

- Watermelon

Radit once finished a plate of sliced watermelon after he threw up, and then he also threw up the watermelon. Then he ate chicken rice and went to bed happily.

- Banana

When we bought Ambon banana from Chow Kit, Radit finished 2 bananas while walking from the banana stand to the Maju Garuda restaurant & then ate another while at the restaurant and 2 more when we were back home, so that day he finished 5 banana. If he keeps eating banana like that, would he turn into a monkey one day ?

- Nata de Coco

"Mah, Radit mau toko yang di lokas" apaan tuh ? ternyata maksudnya Radit mau nata de coco yang ada di kulkas. Ini salah satu makanan favorit Radit & ayahnya, sementara mamahnya masih tidak memilih untuk makan makanan yang kayak plastik (cincau, nata de coco, kolang-kaling, kismis) kecuali terpaksa.

- Apple Juice

Beli apple juice 1 liter bisa habis sama Radit sendiri dalam 2-3 hari.

- Ice Lemon Tea / Tea-o-ice

seperti kata iklan "apapun makanannya, minumnya tea-o-ice"

Music Kids at Yamaha Music Centre

Thursday, April 13th, 2006

Tadi malem ngajak Radit ikut program Music Kids di Yamaha Music Centre di Melawati Square, ceritanya pengen mulai memperkenalkan musik secara lebih benar ke Radit, knowing that he seems to have high interest on music. Pihak Yamaha-nya dengan baik hatinya bilang ikutan aja dulu, kalo anaknya tertarik baru daftar. Kelasnya isi 8 anak, termasuk Radit, & harus didampingi orang tua. Tiap anak & orang tuanya duduk di belakang organ, tapi sampai akhir kelas organnya ngga dipake. Dimulai dengan absen, di mana teachernya nyanyi (dgn nada Baa Baa Black Sheep) "-nama anak- are you here?" trys si anak harus jawab sambil nyanyi juga "Yes, teacher, I am here". Kebanyakan anak2nya masih malu, tapi ada satu anak laki yang udah mau nyanyi sendiri. Trus ya kita sing along sambil bergerak ngikutin teachernya seperti clap your hand & thump your fist on the organ, where both the child and parent should participate. Radit belum mau ikutan, malahan ngumpet di bawah organ, mukanya ngadep tembok atau sempet tiduran di kursi organ. Dia baru semangat waktu ada acara story telling di mana kita semua duduk di lantai, teachernya cerita sambil diiringi musik dari CD & kita ikut bergerak-gerak. Trus tiap anak dibagi castanets (jadi inget jaman latihan big band di MBWG dulu, ini ‘alat’nya AQ sebagai pelatih) yang harus dibunyiin sesuai lagunya. Terakhir nyanyi sambil Bye-bye, salam-salaman trus bubar. Overall yang aku tangkap, si anak mulai dikenalin sense of music, denger & ikut ketukan, ikut nanyi & interaksi dgn orang tua.

Waktu aku tanya Radit, mau ngga ikutan kelas ini, dia malah jawab ngga mau, maunya sekolah yang ada teacher Ani & temen2nya (maksudnya sekolah dia sekarang). Aku jelasin kalo sekolah yang ini seminggu sekali & bareng Mamah, dia masih ngga mau. So, I didn’t register.

Agak susah cari taxi untuk pulang, tapi setelah jalan sampai depan Giant, nemu taxi stand.

Udah sampai rumah & cerita sama ayahnya (while Ayah was having a headache) trus ditanya lagi, sekarang jawabnya mau. Ya sudah, besok2 harus balik lagi ke sana untuk daftar & dapet buku & CDnya buat latihan di rumah. Mudah2an aja dia seneng & mau ikut terus (programnya 9 bulan), soalnya Radit cepet bosenan. Sekarang pun kelihatan kalo dia lagi bosen di sekolah, kalo dibangunin pagi2 selalu bilang ngga mau sekolah, males, & dengan susah payah dimandiin & pergi ke sekolah. Tapi kalo pulang sekolah, Radit masih seneng cerita temen2 sekolahnya, so at least he’s still happy with the environment.

2 weeks of roller coaster

Tuesday, April 4th, 2006

2 minggu kemaren ini were 2 busy weeks for us. Kesibukan di luar rutinitas sehari-hari. Dimulai sejak pulang nonton F1 di Sepang, jemput Udin di hotel & ngajak tinggal bareng di rumah. Daripada tinggal sendirian di hotel di daerah Pudu yang buat kami pun it’s an unfamiliar territory & ngabisin uang, mendingan tinggal bareng kami sambil cari apartemen sendiri dgn tenang tanpa terburu-buru.

Radit selalu seneng kalo ada teman/keluarga yang datang, apalagi nginep. Alhamdulillah Radit ngga malu atau takut kalo ketemu orang. Dia malah seneng kalo kamarnya jadi kamar tamu & dia bobo bareng ortunya. Kalo ada yang ke rumah, Radit langsung memamerkan semua mainan & bukunya atau malah ngajak ngobrol & nimbrung kalo ortunya lagi ngobrol.

Monday 20 March 2006

Beres2 rumah & cuci baju setelah 2 hari weekend kemaren pergi terus & ngga sempet beresin rumah.

Tuesday 21 March 2006

Pagi packing koper buat dibawa Nta ke Ramunia, bukan cuma baju2 Nta tapi juga baju2 aku & Radit karena kami mau nyusul hari Jumat. Sorenya Nta pergi ke Ramunia.

Wednesday 22 March 2006

Pulang Radit sekolah, ke KL Sentral buat beli tiket Air Asia berhubung kami masih belum punya credit card & mau booking lewat telepon ngga diangkat.

Dapet sms dari mantan kantor di JKt yang nanyain bisa bantu nerjemahin. Setelah aku OK-in, malamnya langsung dikirim 4 file yang lumayan banyak dgn deadline Senin. What ?!

Thursday 23 March 2006

Belanja di Carrefour untuk supply makanan selama di Ramunia, krn kata Nta hotelnya jauh dari mana2. Terpaksa bawa handbag ijo yang gede dgn isi food supply & pas diangkat lumayan berat juga, padahal niatnya cuma bawa backpack kecil aja yang bisa dibawa masuk cabin.

Berhasil menyelesaikan 1 file terjemahan & langsung dikirim. Dikirimin 2 file lagi dgn deadline Senin juga.

Beres-beres rumah yang mau ditinggalin 5 hari, kasian Udin kalo  harus jagain rumah yang berantakan.

Friday 24 March 2006

Perjalanan ke Ramunia. Bangun subuh siap2, bangunin & mandiin Radit, jam 6 kurang dikit kami nyebrang & ternyata station LRT Setiawangsa baru buka jam 6. Turun di KL Sentral trus nyoba naek shuttle bus ke LCCT tanpa baca dgn teliti waktu perjalanan. Perjalanannya lama banget (baru baca kemudian kalo perjalannya 1 jam 15 menit), udah gelisah aja takut terlambat. Ternyata emang terlambat, sampai LCCT jam 07.45 padahal ETD 07.55. Nyoba check-in ditolak mentah2, katanya semua udah boarding, pintu pesawat udah ditutup. Tapi kan pesawatnya belum berangkat =(

Pesawat berikutnya baru berangkat malem jam 19.45, yang sama Nta tidak direkomendasikan karena dari Johor Bahru ke Ramunia selain jauh juga jalannya sepi lewat hutan, ngga aman kalo malem katanya. Trus ya harus beli tiket baru & yang ini dianggap angus. Mana uang di tangan pas2an. Sempet bingung ngga tau harus gimana, sementara Radit nangis waktu dibilang kami ngga boleh naik pesawat sambil nanya "Kenapa?"

Akhirnya dari LCCT naik shuttle ke KLIA, mau coba cari tiket MAS, siapa tau ada yang berangkat pagi ini /siang. Masih dengan nasib ngga jelas, duduk di shuttle bus yang ngetem lama dulu & pas akhirnya pergi, mampir dulu buat isi bensin & lama ngga tau ngapain aja. Sampe KLIA cari bagian ticketing MAS, sambil nunggu giliran, ngantri ATM & menguras sisa2 tabungan yang ada. Alhamdulillah ada pesawat MAS yang berangkat 14.30 & masih masuk budget. Sedikit bernafas lega. Bisa sarapan dulu dgn tight money policy trus muter2 di KLIA. Ada playground, jadi Radit ngga kesel nunggu, bisa main2 & banyak anak2 lain juga, sampe ngga mau pergi pas udah waktunya buat check-in.

Flight KL-JB sekitar 40 menit, lamaan nunggunya =) Radit baru mulai tidur di pesawat, udah harus turun lagi. Trus naik taxi ke Ramunia & di jalan kami tidur. Johor Bahru - Ramunia sekitar 2 jam perjalanan naik mobil. Pas bangun, kata drivernya udah sampe di Teluk Ramunia, tapi dia bilang di sana nggada hotel besar. Pas baru pergi dari JB aku udah sebut nama hotelnya & pas sampe Teluk Ramunia itu si driver baru bilang kalo hotelnya itu ada di daerah Desaru yang udah kelewatan sekitar 30 km dari Teluk Ramunia. Nelepon hotelnya untuk memastikan posisi hotelnya, ternyata bener di Desaru. Jadi balik lagi lah kami sejauh 30 km untuk akhirnya sampai di The Pulai Desaru Beach Hotel. As Nta said, hotelnya besar, pinggir laut, bagus, tapi jauh dari mana2. Kamarnya cukup besar, langsung mandiin Radit trus Nta datang.

Niatnya malamnya mau kerja lagi untuk ngejar deadline terjemahan, apa daya cape banget. Baru paginya mulai kerja lagi.

Wendy confirm kalo minggu depan mau datang sekeluarga.

Saturday 25 March 2006

Setelah sempet nerjemahin beberapa halaman, pagi-pagi kami nyewa sepeda & jalan2 lihat2 sekeliling hotel. Udah lama banget aku ngga naik sepeda, kalo ngga salah terakhir naik sepeda jaman masih kuliah. Daerah Desaru sepertinya dulunya rame & emang ditujukan sebagai daerah pariwisata, tapi entah kenapa gagal, sampe banyak hotel2 besar di kiri-kanan Pulai Desaru yang tutup. Sambil bersepeda kami melewati tempat horseback riding (tapi ngga liat kuda satu pun), ada petting zoo, tempat gokart & beberapa hotel yang udah tutup. Jalannya aspal hot mix, lurus & sepi, di kanan jalan banyakan hutan, sebelah kiri banguan2 bekas hotel dll. Nemu ‘medan selera’ yang buka, jadi sarapanlah kami di sana.

100_2058a Balik ke hotel & explore the hotel.. swimming poolnya cukup besar, ada playground (indoor & outdoor), di lobby tersedia banyak fasilitas hiburan : meja pingpong, meja bilyar, karambol, tempat karaoke. Pantainya bersih, tapi berkarang & curam, kurang nyaman buat berenang di laut. Radit masih takut lihat air laut, dia maunya main di playground terus.

Sempet naik ke kamar utk kerja lagi sementara Nta & Radit main di lobby..kejar setoran..

Siang naik shuttle bus ke Bandar Penawar, yaitu kota terdekat. Ada beberapa gedung perkantoran, sekolah, terminal + ruko2 & satu bangunan ‘medan selera’. Makan siang di medan selera trus jalan ke ruko, lihat2. Ada souvenir shop tapi tutup. Udah dikelilingin semua, balik ke terminal nunggu shuttle busnya lagi. Janjian jam 4, kami datang 1/2 4 tapi drivernya udah ada lagi makan. Nunggu beliau selesai makan trus balik ke hotel.

100_2079a Sore berenang, Radit enjoy banget sampe ngga mau naik sebelum matahari terbenam.

Malem kejar setoran lagi.

Sunday 26 March 2006

Siang jalan2 naik mobil bareng temennya Nta ke Sungai Rengit, kota yang lebih besar dari Bandar Penawar & lebih jauh, jaraknya sekitar 30 km dari Desaru, posisinya deket Teluk Ramunia. Ini kotanya lebih rame, banyak restoran seafood, ada ATM, banyak mobil Singapore krn katanya deket situ ada pelabuhan penyeberangan ferry ke Singapore. Muter2 lihat kota trus makan di medan selera (tadinya udah berharap mau makan seafood, akhirnya nasi ayam lagi deh). Sambil pulang lewat kantor Ramunia Holdings Berhad, tempat Nta & temennya kerja selama di sini. Sebelum balik ke hotel, ngelewatin jalur bersepeda kemarin, yang kalo diterusin sampai habis jalannya ada lapangan golf yang cukup besar tapi banyak monyetnya berkeliaran dengan bebas & sepertinya tidak mengganggu juga. Radit seneng lihat monyet2 meskipun ngga mau turun dari mobil.

Pulang ke hotel, berenang lagi sampai matahari terbenam lagi.

Malem menyelesaikan 3 chapter dari 6 chapter terjemahan, trus di email lewat warnet di hotel.

Monday 27 March 2006

My birthday ! and as usual my husband didn’t remember until he came back from the office, itu juga krn Ju (my brother in law) kirim sms ke hpnya Nta. Seneng dapet sms dari temen2 & keluarga, salah satunya dari Rani temen kuliahku yang ternyata lagi di KL & ceritanya mau ngasih surprise. well, surprise to you too, we’re still in Desaru !

Berhubung laptop dibawa Nta kerja, jadi aku ngga bisa kerja, jadinya ya nenemin Radit main aja seharian, keliling2 di hotel. Sorenya lagi2 berenang.

Tuesday 28 March 2006

Hari terakhir di Desaru. Nta kerja setengah hari, jam 1 check out trus naik taxi ke Johor Bahru, jalan2 di mall City Center. Sambil lunch, dapet sms dari Air Asia kalau pesawatnya di delay 1.5 jam. Bingung mau nunggu di mana, jadinya muterin mall dari ujung ke ujung sambil bawa2 koper & wasting time. Setelah bingung mau ngapain lagi, berangkatlah kami ke Senai airport & di sana nongkrong lagi di food court sampai boleh check in.

Pesawat air asia JB-KL yang seharusnya take-off 19.55 akhirnya bener2 take-off 22.10. Seperti biasa lamaan nunggunya daripada terbangnya. Within 40 minutes udah mendarat lagi di LCCT Kuala Lumpur. Antri untuk beli voucher taxi & home sweet home here we come.

Wednesday 29 March 2006

Masih cape dll, Nta pergi kerja & Radit pergi sekolah pagi itu. Aku beberes rumah, nyuci baju & nyempetin pergi ke pengajian ibu-ibu Wiatmi karena tempat pengajiannya di rumah Mbak Aida di blok Nipah, sebelah blok Rumbia. Seperti biasa pulang duluan krn jemput Radit, trus kami ke KLCC buat ketemu Rani N. Cuma sempet ngobrol sambil lunch di Asian Flavour Food Court krn Rani udah harus balik ke hotel & ke airport. Dari situ aku & Radit ketemu Nta trus ke EON Bank di City Square Ampang buat bayar sewa apartment. Pulang naik taxi krn hujan, sampe rumah nerusin cuci baju.

Sorenya Nta pulang trus ke Carrefour belanja untuk menyambut ortu & kakakku sekeluarga.

Malemnya Mamah & Papap datang dari Jakarta. Udin terpaksa ngungsi ke tempat temennya dulu, sorry ya…

Berusaha menyelesaikan terjemahan, masih belum selesai saking cape & ngantuknya.

Cape banget hari ini !

Thursday 30 March 2006

Pagi nerjemahin sambil beres2 & siap2 untuk menyambut Wendy sekeluarga. Mamah akhirnya bantuin nyetrika semua baju2 yang kemarin dicuci, buanyak buanget ! Thanks Mom !

Wendy sekeluarga datang jam 11, langsung pada makan. 11.30 turun jemput Radit bareng Najda & Fikra. Radit langsung excited lihat kakak2nya & langsung maen di apartment.

100_2134a Sorenya naik Skybridge-nya Twin Tower, first time there for me too ! Cuma dikasih waktu 10 menit buat lihat2 & foto2 & tanya2, trus turn lagi. Jalan2 di KLCC, sempet mau ngajak anak2 ke playground, tapi pas sampe sana hujan gede & kami lari2 kehujanan balik ke Suria KLCC. Malam itu birthday dinner di Chakri Palace, a Thai Restaurant at KLCC. Makanannya enak tapi pesennya kebanyakan jadinya kekenyangan deh =)

Malamnya di rumah lembur nyelesain terjemahan karena udah ditagih-tagih terus.

Friday 31 March 2006

Akhirnya sempet dibantuin Mamah menjelang subuh & paginya dibantu Wendy. Udah ngga sempet dicheck ulang hasil terjemahannya, langsung kirim aja. Lega juga akhirnya lunas hutang pekerjaan terjemahanku. Actually I enjoy doing translation work, it’s just wasn’t given during the right time for me, so I guess the result was dissatisfying.

Pagi itu aku harus ke sekolah Radit dalam rangka Parents-Teacher Day. Untung di rumah lagi rame, jadi bisa kabur sendiri. I made it there just in time, ketemu teachernya & had a conversation for about 10 minutes, di kasih lihat rapot Radit tapi ngga boleh dibawa pulang. Actually he’s doing great at school, all his grades were A’s & B’s. Radit got an A for English Reading & Character Building. His teacher was impressed that Radit can actually read & not just memorizing the sentence. But, yes, he sometimes still doesn’t understand what his teacher is saying or doesn’t want to speak in English. Well, that’s a homework for us the parents.

Seperti biasa kalo pulang dari sekolah Radit yang letaknya di atas bukit Setiawangsa, susah cari taxi. Tadi mau nyuruh driver taxinya nunggu takutnya lama. Akhirnya jalan kaki deh. sampe rumah ketemu Mamah & Papap di tempat parkir. Mamah mau pulang ke Jakarta karena besok mau berangkat ke Spanyol. Berhubung pemberitahuannya mendadak (as usual), jadi ngga sempet arrange tiket supaya bisa pergi dari KL, jadinya harus balik dulu ke Jkt.

Naik ke atas, kedengeran Radit lagi nangis krn ditinggal Mamah & berusaha dihibur sama Ua & kakak2nya.

Trus berangkatlah kami ke IKEA (aku, Ju, Wendy, Najda, Fikra & Radit) naek LRT dgn harapan mau ngejar shuttle bus dari Kelana Jaya, tapi terlambat beberapa menit lagi. Jadinya naik taxi & untungnya driver yang ini ngga meres, cuma minta tambah 3 ringgit dari argo. OK lah !

Sampai di IKEA lunch dulu sebelum mulai keliling showroom & belanja. Seperti biasa kalo udah sampe tempat belanja, anak2 udah kecapean. Fikra tidur sambil digendong Ju di trolley, tapi Radit masih semangat dorong trolley kecilnya.

Abis belanja makan hotdog dulu sebelum pulang. Mau naik taxi yang standby di situ, nggada yang mau pake argo & minta RM 30. No way ! Untung ada taxi yang nurunin penumpang & mau bawa kami pulang meskipun dimarahin sama driver2 yang standby di sana. Salah sendiri ngga mau pake argo ! Ternyata driver yang ini orang Bawean, tapi udah 25 thn tinggal di Malaysia, ngomongnya pun udah logat Melayu.

Saturday 1 April 2006

100_2139a Pagi berenang sama anak-anak, sementara Wendy & Ju ada acara di UTM.

Siangnya ke Petrosains (aku, Nta, Papap, Najda, Fikra & Radit). Najda & Fikra enjoy sekali di sana & they still remember their first visit there 2 years ago. Sampai akhirnya udah pada kelaparan, keluar dulu untuk lunch di ffod court. After lunch balik lagi ke Petrosains & lihat atraksi barunya "Speed". Masuknya dari pintu yang beda, isinya everything that is related with speed.

100_2150a Anak-anak paling seneng nyoba simulasi startnya F1 & simulasi jadi pemain ski, di mana ke-ergonomis-an tubuh kita jadi faktor penentu kecepatan kita main ski turun bukit. banyak atraksi lainnya, fun and educating.

Wendy & Ju gabung lagi setelah dari UTM, trus kami ke Mid Valley krn Papap pengen lihat MPH Book Store (me too). Naik LRT & KTM, sampai sana anak2 ke Toys City & Toys-R-Us, Papap ke MPH. Radit mulai keliatan lesu, kecapean. Abis beli mainan & buku, makan di Chicken Rice Shop trus pulang naik taxi.

Di rumah Radit tiduran terus, minum susu pun ngga habis satu botol, ternyata masuk angin & akhirnya muntah. Abis muntah keliatan lebih seger, mandi, trus ngabisin semangka sepiring. Hasilnya, muntah lagi. Masih belum kapok juga, abis ganti baju lagi, makan sisa chicken rice-ku yang dibawa pulang. Bisa makan malam, tapi pas bobo badannya panas.

Sunday 2 April 2006

Pagi Fikra masih nyempetin berenang ditemenin Aki-nya sebelum jam 10 pada pulang ke Jakarta. Radit tiduran seharian, masih lemes. Papap sempet jalan2 sendiri ke Pasar Datok Keramat.

Sore jalan-jalan ke Ampang Point, rasanya pernah lihat ada sign Ace Hardware di sana, ternyata salah. Ya udah, lihat2 yang namanya Ampang Point. Abis dinner trus pulang.

Monday 3 April 2006

Papap pulang ke Bandung. Radit stayed home karena masih ngga enak badan. Life is turning back to normal, back to the old routine. Udin balik nginep di sini lagi, katanya udah naksir unit di Kampung Warisan juga, tapi masih nego.

Tuesday 4 April 2006

Radit udah mulai sekolah lagi meskipun keliatan masih sedikit lesu. Panasnya udah nggada, tapi napsu makannya masih belum normal.

Wednesday 5 April 2006

Napsu makan Radit is back to normal, kelihatan pas pulang sekolah langsung minta apple juice (his favorite) & nasi. Radit juga udah mulai loncat2 lagi & nakal lagi. Fyuh, untung ngga perlu ke dokter… soalnya kami paling males bawa Radit ke dokter & pulang dgn obat2an & antibiotik yang harus dihabiskan. Udah Raditnya tersiksa harus makan obat ngga enak, kami pun tersiksa harus mencoba segala cara supaya obat2an ngga enak itu masuk ke mulut Radit. Alhamdulillah daya tahan tubuh Radit cukup baik, jarang sakit. After two weeks of travel & the excitement of having his cousins around, wajar lah kalo dia kecapean. Kami juga kecapean.