Trip to Kijal (Trengganu) 10-11 June 2006

July 4th, 2006 by marshamg

Kegiatan rutin Frieza & Radit di Sabtu pagi adalah ikut main badminton sama Bapak-bapak se Kampung Warisan sementara anak-anaknya main sendiri. Kesempatanku buat beberes rumah. Sabtu pagi 10 Juni 2006 juga sama, pagi-pagi aku beberes & nyiapain perlengkapan buat perjalanan ke Kijal. Frieza harus kerja di Kertih besok (Minggu) di mana kalau di negara bagian Trengganu, weekendnya Jumat-Sabtu, jadi Minggu adalah hari kerja. Seperti biasa, kalo Frieza ada tugas ke luar kota, if possible, aku & Radit diminta ikut. Karena waktunya pas weekend, ya hayu lah !

Berangkat dari rumah jam 11-an, masuk highway ke arah Kuantan. Medannya lebih berat dibandingin perjalanan ke Johor Bahru, yang ini harus naik ke gunung dulu, jalannya lebih kecil & belok-belok, sempet ngelewatin terowongan yang nembus gunung (for us it was amazing !). Setelah itu jalannya mulai lurus & membosankan, bener-bener bikin ngantuk. Akhirnya supir cadangan pun harus bekerja & sempet ngantuk juga sambil nyetir karena monotonnya jalan & pemandangannya. Koleksi CD lupa dibawa, yang ada di mobil cuma Bass Heroes, jadi itu aja diulang-ulang.

Stop over di Kuantan buat istirahat & makan siang. Kuantan sebagai ibu kota negara bagian Pahang, dari yang sempet kami lewati, kesan yang kami dapat kotanya kayak Cirebon. For a state capital ?! Mungkin juga belum lihat seluruh kotanya.

Dari Kuantan ke Kijal (it’s the nearest area to Kertih with a big hotel) perjalanannya menyusuri pinggir laut. Ada daerah yang sepi & ada juga daerah yang rame di mana ada hotel & resotran2 di kiri-kanan jalan.  Trus kami mulai masuk negara bagian Trengganu (Kijal & Kertih ada di negara bagian tsb.) yang nuansa Islaminya lebih kerasa.

Akhirnya sampai di tujuan, Awana Kijal. Wow, hotelnya ternyata gede ! Yeah.. it’s a resort, ada lapangan golf-nya segala. Ngga nyangka karena ngga sempet browsing sebelumnya, tapi sempet curiga emang hotel gede karena ada di peta. Weekend itu adalah weekend terakhir ‘cuti sekolah’, jadi hotelnya rame. Untung aja kami masih kebagian kamar. Kamarnya..hehe.. harusnya buat bulan madu nih, soalnya ada bath tub gede di sebelah ranjang (di luar kamar mandi)… kesempatan buat bikin adiknya Radit nih..hehe.. tapi cape banget karena total perjalanan dari KL ke Kijal sekitar 5 jam.

Sempet jalan lihat lingkungan hotel & fasilitasnya. Lengkap deh, ada lapangan golf, sauna, kolam renangnya gede, kolam main anaknya ada sendiri & cukup luas, ada playground, pantainya bersih tapi agak curam, tempat renang di lautnya sempit. Radit masih aja takut sama air laut.. salah orang tuanya sih jarang ngajak main ke pantai. Ngga mau dia main di pantai, sambil takut sama air laut, juga ngga mau kakinya kotor sama pasir. Sementara kami masih nongkrong di pantai, Radit jalan duluan balik ke arah hotel & berhenti di keran tempat cuci kaki & nunggu kami di sana.

Radit_playground Ntaradit AcaMalamnya cari makan, di depan hotel di pinggir jalan ada ruko dengan beberapa pilihan makanan… warung standar (paling rame, sempet ikut duduk tapi akhirnya nyerah takut lama nunggu makanannya), ada restoran Korea, Cina & KFC. akhirnya kami pilih restoran Cina yang ngga terlalu rame & makanannya lumayan enak. malam itu hujan gede.

Balik ke hotel, aku & Radit sempet nemenin Frieza ikut nonton bareng World Cup 2006 di coffee shop di lobby hotel, soalnya channel bolanya ngga bisa diakses dari tv di kamar. Yang namanya nonton bareng selalu lebih seru, banyak teriakan kalau bola udah deket gawang. Ngga lama, Radit mulai bosan & ngantuk, aku juga, jadi kami duluan masuk kamar.

Minggu pagi, Frieza breakfast duluan trus berangkat ke Kertih. Radit baru bangun jam 9, mandi, trus breakfast. Makanannya standar.. jadi mulai hafal menu makanan breakfast hotel sejak merantau ke KL.. setelah sebulan pertama tinggal di hotel & beberapa kali ikut dinas luar kotanya Frieza.

Abis breakfast Radit main di playground lagi & sempet jalan-jalan ngelilingin hotel lagi. Wah, ternyata ada tempat sewa sepeda juga & ada juga aktivitas di laut kayak jetski dll kalau mau, bener-bener lengkap hiburannya hotel ini. Pas lewat kolam renang, lihat yang lagi berenang, akhirnya Radit pengen berenang setelah sebelumnya selalu nolak kalo diajak. Walah, padahal lagi panas-panasnya, sekitar jam 10.30. Yah sudahlah, namanya juga ngasuh, untung bawa senjata sunblock meskipun akhirnya tetep aja belang. Dan beneran ngasuh, seperti biasa aku ngga boleh lepas dari pandangan Radit. Nongkrong sementara dia naik-turun slides & main-main air. Untung ada bangunan jamur gede yang ada airnya ngalir, jadi bisa duduk sambil berteduh & kesiram air. Kalau udah masuk air, malah susah buat ngajak Radit udahan. Alasannya selalu ‘tangannya belum keriput’ padahal udah. Apalagi rame banyak anak-anak lain, Radit tea suka sok akrab ngajak main. Panasnya itu loh yang bikin ga betah, apalagi aku ngga boleh berenang sendiri di kolam yang lebih dalam. Pas ayahnya pulang dari Kertih, kaget dia lihat aku & Radit mateng..hehe..

Sebelum check-out, lunch di hotel bareng atasannya Frieza di kantor, Puan Fatimah, & beliau kami antar sampai airport Kuantan. Airportnya ternyata lumayan jauh dari kotanya. Sempet ragu salah jalan, tapi setelah nanya di pom bensin, ternyata airportnya udah deket. Airportnya lumayan gede & ternyata it’s an international airport. Seperti biasa Radit yang kalau ketemu orang baru diem melulu, pas orangnya pergi baru nanya ‘kenapa ibunya ngga ikut naik mobil?’ ‘kenapa ibunya naik pesawat?’ and all the neverending ‘why’ questions.

Perjalanan pulang ke KL, supir cadangan ngga harus kerja, tapi harus kerja jadi navigator terus supaya supir ngga ngantuk.

Radit_cars Senin 12 June 2006, Radit mulai sekolah lagi. Ayahnya dapet cuti karena kemarin kerja. Radit pulang sekolah kami jemput ke sekolahnya, trus ke HSBC bayar tagihan kartu kredit, lunch trus ke Midvalley. Wah, yang namanya ke Midvalley kalo ngga ada petunjuk jalan pasti nyasar, bisa muter-muter ga jelas. Di sana ngecek arlojiku yang masih belum selesai diperbaiki & nonton Cars. Radit seneng banget nonton Cars karena sesuai dengan minatnya, mobil balap. Dari sejak beli karcis & nunggu masuk bioskopnya sambil jalan-jalan dulu, udah ribut aja pengen nonton. Sepanjang film dia excited banget & kali ini ga bolak-balik ke toilet padahal udah sempet minta ACnya dimatiin saking dinginnya. Abis nonton Radit dibeliin majalah tentang film Cars, seneng banget dia, malemnya sebelum bobo minta dibacain & seperti biasa Radit kalo punya barang baru pasti harus dibawa tidur.

The Waslam Family Visit

July 4th, 2006 by marshamg

The following day after we came back from Johor Bahru, 22 June 2006, was a very hectic day. It was the day Frieza’s brother A Yusan and his family and the entire big family of his wife Teh Lina went to visit us in KL. We were aware of the plan since long. We knew that despite they are staying at the hotel, they wanted to see our apartment. What we didn’t realize until that morning was that not only A Yusan’s family who was coming to the apartment but the entire group (16 people consisting of 8 adults and 8 children). It’s not that we don’t like visitors, we always love when friends and family come and visit us. It’s just that we never actually received that many people in our apartment and we only have a couple of hours of preparation. Panic attack !

The night before I stayed up late, washing all the dirty clothes and other dirty stuffs caused by Radit’s vomit. Then I woke up early to eat sahur, still sticking to my plan to pay my feast debts (hmm, I don’t know what the exact term is), considering that it’s already late June and soon it will be Ramadhan again. And also the fact that I have 14 days of debt and I only started feasting again last monday. After sahur I coudln’t go back to bed, the house was a mess. Then I had to prepare breakfast for Frieza, wake up Radit, bath him and send him to school. Afterwards, dropped Frieza at the office, who intended to arrive late at the office today for he was still exhausted from yesterday’s travel, in a dirty and smelly car. From KLCC my destination was Jalan Raja Alang. I missed the right turn to Yap Kwan Seng because the traffic was heavy and I couldn’t merge right. So I turned right at jalan Sultan Ismail and then missed a turn and got carried by the traffic flow up to dataran Merdeka, Dayabumi building and heading towards I don’t know where. To make it even worse, I left the map at home. So I just followed my instinct and tried to get back to a familiar territory and alhamdulillah found my way back and finally reached Jalan Raja Alang. Bought some teh botol & went to Chow Kit market to buy fruits and vegetables. Then went to wash the car and went back home. Tried to order sate from Lorong Kramat 13 but the phone was not answered. Finally ordered sate & martabak from Malindo.

Radit came home from school around 11.40 as usual. Fed him lunch while cleaning the house and washing the clothes and did a little re-arrangement with the furnitures. Around two o’clock we went to Jusco to do some shopping. Parked at the wrong place, causing the newly washed car re-washed by the rain.

From Jusco we went to Jalan Raja Alang again, this time to Maju Garuda to buy fried chicken. The traffic was congested and we couldn’t find a parking space, even after circling the area. Finally gave up, time is running. So we went to Malindo to get our orders. Radit slept since we left Jusco, I would have slept too if I didn’t have to drive. From Malindo to Nasi Kandar Penang in front of Corinthian to buy the Malay flavor sate, cooked vegetables and tomyam (I’m glad I bought tomyam because then they enjoyed eating it). I had to carry sleepy Radit from the car because the car was parked rather far. Frieza called informing that the man sending minerala water is in front of our apartment and because nobody’s home, he left the bottles in front of our door.If it weren’t for the heavy traffic we would’ve been home by now. It was already five o’clock so we then picked-up Frieza from KLCC and went home to prepare the house and food. I wanted to stay home and prepare the servigs but Frieza wanted me to come and go to the hotel to pick up the Waslam Family. So we rushed the preparation and went to Crowne Plaza. It took two limo taxis and our car to bring the Waslam Family to our apartment. They were hungry but I guess I ordered to much because there were a lot of left-overs. But they were also tired because of the journey, they left Jakarta early in the morning with a stop over at Changi before arriving at KLIA. Around 10 o’clock everybody left in 3 taxis. Then we called Udin and Sekita to help finish the food.

Radit was very excited to meet his cousins and having so many people at home, he cried when they went back to the hotel. ‘Why don’t they stay and sleep here in my room?’ ‘why are they staying at the hotel?’ and all other ‘why’ questions.

I’m just glad it’s over and everything went well.

A Yusan left his camera at our place, so on Friday 23 June 2006 morning, me and Radit drop Frieza at the office and then went to the hotel to deliver the camera. At the hotel lobby the rear left tire bumped into something but I didn’t realize until a car over took us in the highway to inform that we have a flat tire. We stopped after paying at the toll gate and the man in the car who informed us even stopped his car to check on our car. There was a big tear in the tire, no wonder it’s flat, but how come I didn’t realize it ?! Unfortunately he was in a hurry that he coudln’t assist us in changing the tires. No problem sir, we’ll just find somebody else to help us. Thank you very much for your attention !

Changing tires is something I know theoretically but never actually performed it alone. Fortunately a man (I guess it was a toll gate office given by his uniform) came and help me in changing the tire. Thank you very much sir !

Went back home, took a bath and then went to Radit’s school to meet with his teacher. She said that Radit is doing well in school except in communicating. Well, that is a family disease..hehe…both his parents are the types of people who would rather avoid talking to stangers unless necessary and now it has become a hereditary. Radit is an obedient student, he follows what the teacher tell him to do, he likes to sing and do sports but he just don’t want to talk. even with his friends, he just call their names but then talk nothing else. Well, we got to fix that problem, starting by fixing ourselves ..hehe..

Our original plan was to follow the Waslam Family to Genting Highland after we go to Radit’s school, but due to the torn tire, it’s goodbye Genting. So we went to buy new tires and went back home and rested. It was a good thing we didn’t go because then we could rest, I only realized then how exhausted I was.

In the evening we met the Waslam Family again at KLCC to have dinner at the foodcourt and then they wanted to buy souvenirs. Buying souvenirs in KLCC is not a good idea, for there were limited choices and high prices. It was getting late, around nine o’clock, but we just drove to Bukit Bintang, hoping for more choices. Fortunately there are and they’re still open. Not so many choices compared to the Central Market, but I guess this is ok. The prices were not much different from Central Market and much lower than at KLCC. Then we walked back to the hotel. Radit again is very excited, running around with his cousins, not a single time did he asked to be carried.

From the hotel, the three of us went to Hard Rock to buy t-shirts for a Yusan & Teh Lina. Radit was dancing by himself listening to the music while we were selecting t-shirts. From there we took a taxi to KLCC because our car was parked there. Another exhausting night. Radit slept all the way home.

Saturday morning is the usual badminton day. Around noon we met the Waslam Family again who were having luch at Malindo after going on a city tour. It was time to say goodbye again, they were going to Singapore and Radit was crying again watching his cousins leaving on a bus. Back to the three of us again.

3 Minggu Apa & Mamah di KL (14 Mei - 4 Juni 2006)

July 3rd, 2006 by marshamg

Alhamdulillah bisa ngajak Apa & Mamah nya Frieza maen ke KL, Apa & Mamahnya juga lagi dalam kondisi sehat. Hari Senin pagi setelah balik ke KL, life goes on. Frieza kerja, Radit sekolah. Aku beberes rumah. Apa & Mamah masih kecapean juga, banyak istirahat.

Waktu lagi mudik kemaren dapet sms dari Udin kalo kelihatannya ada yang masuk ke apartemen, dari sliding door yang emang kuncinya agak longgar. Setelah aku check, yup, positif, aku kehilangan beberapa barang tapi semuanya makanan dari lemari di dapur. Sementara barang-barang lainnya masih utuh dan tetap pada posisinya. Makanan yang ketauan hilang antara lain abon satu kantong plastik besar isi beberapa kantong kecil, bawang goreng & pisang sale. Setelah beberapa hari baru sadar juga kalo minyak wijen nggada. Barang lainnya yang hilang (ini juga baru sadarnya pas perlu) shavernya Frieza, CD Sting All This Time (this was my favorite CD), uang SGD 50, semprotan pewangi ruangan, daftar alamat & nomor telepon ibu-ibu Kampung Warisan (yang ini sampai sekarang masih berharap mudah2an keselip diantara tumpukan kertas). Udin katanya kehilangan juga makanan yang dia tinggalin di meja makan.

Frieza lapor ke security, tapi tanggapan dari security & management, kalo yang hilang kebanyakan makanan, kemungkinan yang masuk monyet karena memang ada beberpa monyet yang suka berkeliaran di daerah sini & masuk ngambil makanan katanya. Ya sudahlah, anggap aja emang monyet yang masuk & mulai sekarang harus lebih hati-hati kalau ninggalin apartemen. Barang-barang yang hilang mungkin memang bukan hak kami.

Hari Senin itu juga, 15 Mei 2006, Frieza pulang kantor sambil bawa mobil Proton Gen2 kami. Hore, mobil baru ! Malemnya test drive ke pasar malem Setiawangsa (ngga jauh-jauh dulu deh). Belanja sama Mamah, banyak nemu bumbu-bumbu yang ternyata di sini ada, selama ini ngga kenal tampang atau ngga tau nama, maklumlah, masih begineer. Kata Mamah sayurannya di sini lebih seger & bersih, harga daging lebih murah tapi harga ayam mahal dibandingin di Indonesia. Ikan yang dijual ikan laut semua. Hmm.. beda emang kalo bawa pakarnya..hehe..

Imgp0355aHari Rabu 17 Mei 2006 ngajak Apa, Mamah & Radit naek LRT. Paginya ikut pengajian dulu di rumah Mba Neneng Danu. Naik LRT sampe KL Sentral & lunch di The Chicken Rice Shop. Dari sana ke KLCC naek ke skybridge trus duduk depan air mancur sambil nunggu Frieza pulang kantor, jalan lihat playground & tamannya KLCC trus dinner di food court.

Imgp0363a_1 Imgp0383aHari Jumat 19 Mei 2006 dapet kiriman file dari BITA buat diterjemahin, seperti biasa dengan deadline mepet. Kenapa kiriman terjemahan ini selalu datang pada saat yang kurang tepat, pas lagi ada tamu di rumah & harus meng-entertain. Jadinya ya mulai lagi malam-malam begadang ngerjain terjemahan pas semua udah tidur & nggada tugas rumah yang harus dikerjain lagi. Alhamdulillah, adanya Apa & Mamah jadi bisa bantu, Apa nemenin Radit main & Mamah bantu masak dan setrika. Jadinya bisa juga kerja siang meskipun otaknya lebih sering buntu, lebih lancar kalo malam. Kalau dipikir-pikir, kurang ajar juga ini mantu, ngerjain mertuanya. Ngga minta lho.. and I really appreciate their help. Terjemahan yang dulu datang pas Mamah & Papap dan juga Wendy sekeluarga lagi berkunjung ke KL, sekarang ini pas ada Apa & Mamah, repotnya pas harus lagi meng-entertain tapi untungnya jadi ada yang bantu. Always look at the bright side !

Ngajak Apa & Mamah jalan-jalan lagi hari Sabtu 20 Mei 2006, ke Putrajaya & Sunway Lagoon. Dengan modal peta & nekat, jalan-jalan mengelilingi Putrajaya, lewatin jembatan-jembatannya. Sesudah muter-muter trus ke Sunway Lagoon.

100_2171a 100_2185a100_2192a 100_2200a 

100_2213aHari Minggunya, 21 Mei 2006 maen ke Genting. Kalo naik mobil sendiri jadi kerasa ngga terlalu jauh dibanding waktu naik bis. Ngga naik skyway, langsung parkir di salah satu hotel & sempet muter-muter cari jalan ke Indoor Theme Park-nya. Cuacanya lagi bagus, cukup cerah. Bisa naik monorail yang mengelilingi indoor & outdoor theme park-nya. Sempet agak susah cari lunch yang bisa masuk selera Mamah & Apa.

100_2215a 

Rencana awalnya Apa & Mamah cuma mau tinggal 2 minggu di KL. Setelah kami rayu dengan ajakan main ke Singapore, akhirnya mau juga mundur pulangnya, nambah seminggu. Hore !

Di tengah minggu kedua di KL, sempet ngajak Apa & Mamah ke Central Market di Pasar Seni. Jemput Frieza dulu ke KLCC trus ke Central market. Sempet nyasar-nyasar muter-muter di sekitar KL Sentral, gara-gara niat mau parkir di Gedung Pos di sebelah Central Market tapi malah muter-muter & pas keluar salah jalan. akhirnya berhasil juga balik lagi ke Central Market & parkir di halaman depannya.

Hari Kamis 25 Mei 2006 ke JPJ Putrajaya sama Frieza untuk bikin SIM Malaysia. Ngisi form & ngasih persyaratannya trus katanya tinggal nunggu kira-kira sebulan, nanti suratnya dikirim ke rumah. Sorenya Frieza pulang kantor dengan laporan kalo handphonenya kayaknya diambil orang di LRT. Kasian juga sama orang yang ambil hp-nya soalnya udah rusak microphone-nya, kalo mau ngomong harus pake handsfree tapi handsfreenya ngga ikut diambil. Belum lagi tutsnya yang udah mulai suka ngaco. Yah, bisa dibilang a blessing in disguise, jadi ada alasan kuat buat Frieza ganti hp.

Jumat 26 Mei 2006 sore berdua Radit jemput Frieza ke KLCC dalam keadaan hujan. Hujan di Jumat sore jam bubar kantor di KL sama kayak di Jakarta, macet. dari rumah masih lancar, di jalan Ampang setelah melewati perempatan Tun Razak mulai ngerayap. Dari KLCC menuju Low Yat padat merayap juga, dengan hujan yang membesar. Perjalanan KLCC-Low Yat 1 jam sendiri. Survei handphone sambil bingung juga mau beli yang kayak gimana. Sempet turun buat makan hotdog dulu trus Frieza naik duluan buat nyari-nyari lagi. Akhirnya milih yang ini, dengan penjual yang handal bisa jual dedet segala aksesorisnya. Untungnya nomor hp yang lama bisa diselamatkan, setelah lapor ke Celcom, meskipun address book-nya bubar semua.

Sabtu & Minggu 27-28 Mei 2006, we went to Singapore by car. Sempet susah cari hotel, weekend ini banyak yang fully booked karena The Great Singapore Sale mulai. Akhirnya dapet di YMCA. Trus ternyata Mamah & Papap weekend ini, yang ternyata kalo di Indonesia it’s a long weekend, maen ke Batam trus mau nyoba naek ferry ke Singapore. Minta dicariin hotel juga & on the last minute dapet di Hotel Phoenix.

Berangkat jam 7 pagi dari rumah, perjalanan KL - Johor sampe ke Tuas checkpoint full highway. Setelah lama baru sadar kalo link Malaysia - Singapore ada dua, Tuas & Woodland, yang lebih rame lewat Woodland karena langsung dari kota Johor Bahru.

Perjalan KL - Tuas kurang lebih 4 jam. Berhenti beberapa kali buat ke toilet & breakfast. Perjalanan lancar, yang tersendat malah di imigrasi karena kami belum siap dengan kartu imigrasinya, padahal kalo semuanya udah siap, enak banget, ngga perlu turun dari mobil. Setelah akhirnya lolos dari Imigrasi Singapore, mulai tegang Frieza nyetir di Singapore dengan modal peta dari brosur. Sempet sms Dedhi buat nanya jalan, tapi dia ngga tau karena ngga pernah nyetir di Singapore. dari Dedhi juga kami dapat kabar tentang gempa Yogya.

Ymca Alhamdulillah sampe juga di YMCA, sempet muter-muter cari tempat buat parkir mobil. Akhirnya dapet parkir agak jauh, jalan ke YMCA & baru deh dapet reserved parking. Setelah check in & naro tas, bertiga Frieza & Radit pergi buat mindahin mobil & cari lunch. Sore istirahat bentar trus mulai jalan.

Dhoby_ghautNgajak Apa & Mamah nyoba naik MRT dari Dhoby Ghaut ke Orchard, trus mulai jalan kaki menyusuri Orchard Road yang meriah dengan great salenya. Sms-an sama Mamah & Papap trus dinner bareng di Paragon, sempet antri nunggu tempat dulu. Radit excited banget kakek-nenek-nya kumpul semua.

Orchard   Foto_bareng_1 

Hari Minggu paginya jalan-jalan ke Esplanade B5_di_esplanadetrus ikut City Buzz. Sempet ngobrol sama taxi drivernya & baru ngerti soal ERP, jalan tol-nya di Singapore yang pake sistem kamera & detector. Jadi tiap mobil yang mau lewat ERP harus punya alatnya yang disimpan di atas dashboard trus ada semacam prepaid card yang dimasukin ke alat itu. Nanti kalo lewat ERP langsung di-debet. Wow, canggih ! Di KL ada yang mirip, SmartTag, tapi yang ini masih lewat gerbang tol biasa, meskipun dari jauh udah ter-detect, jadi ngga perlu ngerem pas di gerbang tol, nanti palangnya buka sendiri & langsung di-debet. We asked the driver what will happen if a car with no auto-debit device passes the ERP, the driver answered that our car will be captured by a camera and then we will be fined. Jadi kepikiran, kemaren ps baru datang rasanya kami lewat ERP, trus what will happen to us ya ? Apa nanti bakal ditahan di imigrasi ? Tapi sampai akhirnya pulan ke KL, nothing happened.

Ada 3 rute City City_buzzBuzz, dicoba semua sambil menunggu hujan reda. Ternyata hujannya awet, jadinya hujan-hujanan ke Orchard, lunch trus jalan menuju ke YMCA sambil shopping. Jalannya lumayan jauh juga, kasian Mamah & Apa, tapi ya serba tanggung, kalo naik taxi terlalu deket & ngga bisa shopping. Akhirnya jam 4 sore meninggalkan Singapore & sampe di KL lagi jam 11 malam.

Senin 29 Mei 2006 pagi ke bengkel Proton buat servis 1000 km. Baru 2 minggu udah 1400 km gara-gara pergi kemaren. Radit libur 2 minggu.

Selasa 30 May 2006 sore jemput Nta ke kantor trus nyari yang namanya Masjid India. Sempet nyasar sampe ke jalan Parlemen, masuk ke halaman gedung Parlemen & balik lagi, ngelewatin Taman Tasik Perdana. Akhirnya nemu juga tempatnya, lewat jalan kecil penuh orang. Mamah puas belanja kerudung buat oleh-oleh. Pulangnya mau nyoba makan di Malindo, ternyata katanya kalo akhir bulan tutup lebih cepat. Jadinya dinner di nasi kandar depan Corinthian, menu standar chicken rice. Harusnya hari ini deadline ngirim terjemahan, tapi apa daya belum selesai meskipun udah begadang tiap malam.

Kamis 1 Juni 2006 ke Masjid India lagi, berempat Apa Mamah Radit naek LRT biar ga pusing cari jalan & parkir. Beli kerudung lagi & oleh-oleh lainnya.

Mamahapa_titiwangsaHari Jumat 2 Juni 2006 Nta libur dalam rangka ulang tahun Raja besok. Pagi maen ke Taman Tasik Titiwangsa. Luas juga ternyata daerahnya, selain danaunya luas, ada playground juga, ada taman traffic, jogging track, tempat horseback riding, restoran & litar kereta kawalan jarak jauh (remote control car track). It still amazes me how they can keep a public place like this clean and tidy.

Radit_ayunanPulangnya mampir ke Pasar Dato’ Kramat, nyoba ikan bakar.

Malamnya ada pengajian di rumah Mas Teguh/Mba Wiwid, syukuran pulang umrah. Ternyata memang banyak orang Indonesia penghuni Kampung Warisan, banyak juga muka-muka yang baru lihat. Radit stay home sama Apa & Mamah.

Radit_klia Sabtu 3 Juni 2006, hari terakhir Apa & Mamah di KL. Siang nganter ke KLIA, sedih juga Apa & Mamah pulang, udah mulai terbiasa di rumah rame gak cuma bertiga. Radit nangis pengen ikut Kiki & Ninin-nya naik pesawat. Dia kehilangan banget, setelah tiga minggu bareng. Radit selalu seneng kalo ada temen/sodara nginep di rumah, apalagi ini kakek-nenek-nya. Lihat dia nangis, kami jadi ikutan sedih. Jadinya harus nongkrong ngajak Radit lihat pesawat take-off & landing, sambil nunggu Kiki-Ninin-nya take-off. Lumayan teralihkan perhatiannya, apalagi di sana rame banyak anak-anak jadi Radit ada temen main. Tapi pas dibilangin ‘itu pesawat Kiki & Ninin take-off’, nangis lagi lah dia, pengen ikut. Wah, salah strategi nih. Diajak ngobrol lah dengan segala usaha untuk mengalihkan perhatiannya lagi, sambil bergerak pulang.

Lucu, perjalan pulang dari KLIA kami ngikutin petunjuk jalan yang ada, pokoknya ikutin arah Kuala Lumpur. Tapi ternyata perjalan pergi & pulang koq beda jalannya, perjalan pulang lewat daerah Damansara-Hartamas. Jadi inget ada baso Afung di Sri Hartamas, tapi ngga inget petunjuknya & gada nonor referensi yang bisa ditanya. Setelah ngobrol sama Ika baru tahu kalo ternyata kalau kita mau jalan pulang lewat jalan yang sama sama waktu perginya, harus ikut arah KLCC, bukan Kuala Lumpur. Ooooo….

Gara-gara pengen ngebaso, akhirnya nyoba baso di depan station monorail Chow-Kit hasil referensi dari Mba Aida. Nama restorannya kalo ga salah TAR, baso-nya rasa baso kampung yang kuahnya pake rebusan tulang & sumsum. Yang lebih menarik malah bala-balanya, sayang stocknya terbatas. Radit yang dalam perjalanan tidur, pas ngebaso malah nangis lagi masih inget aja pengen ikut sama Kiki-Ninin-nya. Paling kerasa sepi waktu masuk rumah lagi, back to the three of us.

another trip to Johor Bahru

July 2nd, 2006 by marshamg

Another official trip, this time to Johor Bahru again. Rencana awalnya Frieza harus stay 3 hari, berhubung banyak kerjaan di kantor jadinya cukup satu hari kerja, tapi harus nginep di sana. Jadinya kami nemenin & Radit bolos sekolah satu hari.

Berangkat Selasa 20 Juni 2006 siang (Frieza ngantor setengah hari) naik mobil. Sempet padat merayap di daerah Seremban karena ada pengaspalan jalan. Hampir sepanjang jalan hujan, Radit enak bobo di kursi belakang. Sampe Johor Bahru sempet muter-muter salah jalan menuju hotel. Hotelnya ternyata deket sama Woodland checkpoint, tapi untuk menuju ke hotel harus agak muter dulu. Akhirnya sampe juga di hotel, yang letaknya deket terminal peti kemas. Pemandangan dari jendela kamar adalah Woodland checkpoint, the bridge and Singapore. Wah, deket banget ya, bisa jalan kaki ke perbatasan. Kamar hotelnya sendiri cukup gede, ada dapurnya, living room & bedroom. Lebih gede dari kamar waktu tinggal di hotel Micasa.

Rabu 21 Juni 2006 pagi Frieza pergi kerja di Pasir Gudang. Radit bangun jam 9, mandi trus breakfast. Standar. Abis breakfast jalan-jalan lihat entertainment di hotel, di lantai 7 ada swimming pool, tempat fitness, salon, playground (under renovation). Swimming poolnya keliatah udah tua & sepi. Aku males berenang tapi Radit pengen. Ya udah, nemenin Radit main air sambil berusaha ngerayu dia buat main airnya di bathtub kamar aja. Akhirnya mau juga Radit pindah main air di kamar.

Mau pergi ke luar hotel, naik mobil ga berani, ngga tau jalan. Sebenernya deket sama pusat keramaian, bisa jalan kaki katanya, tapi puanas banget, males deh !

Nongkrong di kamar aja sampai jam 4 kurang, untung boleh late check-out. Baru deh aku & Radit ke City Center ceritanya mau late lunch & jalan-jalan sambil nunggu Frieza. Ternyata Radit langsung tidur di mobil begitu keluar dari hotel, padahal 10 menit juga udah sampe ke City Center. Mau dibangunin kasian, mau digendong kasian ibunya, jadinya nongjrong dalam mobil di tempat parkir to let him have his afternoon nap. Jam 5 aku bangunin karena lapar & then we had a very late lunch. Trus jalan-jalan sambil nunggu Frieza yang baru datang jam 7an, sampe udah bingung mau ngapain & sempet kepikiran mau nyusulin ke Pasir Gudang ada, tapi Frieza discouraged me. After he arrived, had a light dinner then headed home to KL. Supir cadangan ngga kerja tapi harus stay awake sepanjang jalan. Radit muntah & ngga sempet ketampung, arahnya pas ke antara jok tempat kopling & rem tangan. Muntahnya kali ini langsung setelah minum susu jadi ngga sempet ambil kantong plastik, biasanya ngga pernah langsung & aku udah bisa siap-siap kalo lihat dia mulai mual.What a mess ! But afterwards, Radit slept the whole trip home.

Kopi darat Milis IndoKL-women

June 19th, 2006 by marshamg

Indo KL women ini satu komunitas baru yang aku ikuti setelah diajak sama Yuri yang baru kenal lewat ini. Setelah join milisnya, malah ketemu teman-teman lama, Barli temen Tarbak yang udah sms-an & telpon-an sejak kami baru datang ke KL tapi belum pernah ketemuan, dan Ika temen MBWG yang baru tau kalo ternyata ada di KL juga. Lagi-lagi it’s a small world, udah jauh-jauh merantai ke negeri jiran, ketemu teman lama lagi. Udah ngga inget kapan terakhir ketemu Ibu 3 anak ini =)

Hari Minggu 18 Juni 2006 ada acara kopi darat kedua (kopi darat pertama aku belum gabung milis). Hampir ngga bisa ikutan karena rencana awalnya mau ke Kijal lagi dalam rangka Frieza dinas lagi, tapi ternyata diundur. Trus udah janjian sama Ika mau berangkat bareng, sempet hampir gagal karena ada rencana Frieza pengen ke IKEA sama Udin & Sekita tapi gagal karena Sekita harus lembur, akhirnya pergi bareng Ika juga. Ika yang bawa bayinya, Argya, dan asisten jemput aku & Radit ke rumah. Katanya dulu sempet mau tinggal di Kampung Warisan juga, tapi takut karena lagi ada wabah DBD.

Sempet salah jalan & cukup jauh, akhirnya sampai juga di Prima 16 Condo, Seksyen 16 PJ. Dari lift udah kedengeran rame, nasib datang belakangan, harus muter kenalan satu per satu sambil berusaha mengingat nama. Radit seperti biasa perlu waktu buat adjustment, sempet nangis rebutan mainan dulu sebelum akhirnya bisa main bareng sama yang seumuran.

Indoklkopdar Seru juga acara ngumpulnya, selain sibuk kenalan kiri-kanan ada demo facial & produk ini yang dilanjutkan dengan kuis & bagi-bagi voucher buat ngetes pada menyimak atau ngga..hehe.. sambil juga mencicipi hidangan yang tersedia, ditambah ngawasin Radit takut rebutan mainan lagi. Radit nangis lagi sebelum pulang gara-gara pengen bawa pulang mainan yang punya rumah (anaknya Wiwi). Aduh, malu-maluin aja !

Dari ngobrol sana-sini, ada aja nyambungnya, yang si A ternyata temennya si B yang juga temenku, atau jebolan almamater yang sama, atau suaminya sama-sama IATMI, etc. Yang paling banyak persamaannya di komunitas ini, selain dari umur antara 20-30an, banyak yang asalnya dari Bandung & banyak yang dia/suaminya berkecimpung di dunia IT.

(buat Yuri, minta izin ya, fotonya di posting di sini ya, makasih)

mudik 6 - 14 Mei 2006

June 5th, 2006 by marshamg

It’s time to update my blog again, starting with stories from when we went to Indonesia.

Kami mudik ke Jakarta hari Sabtu 6 Mei 2006. Sabtu pagi Frieza masih sempet badminton sama para tetangga, aku diajakin Mbak Aida jalan pagi tapi Radit masih bobo & lagi kagok beberes rumah menjelang ditinggal mudik. Seperti biasa, semua pengen dicuci biar ngga ninggalin yang kotor2, akhirnya malah ngga selesai. Untung ada Udin.. titip !!! (Vd, sorry ya suaminya dikerjain =))

Jam 1 siang taxinya udah jemput, langsung berangkat ke KLIA. Untung juga berangkat early karena sempet kena macet di jalan & sampe di KLIA jam 2 lebih. Langsung check-in trus lunch sambil Radit maen di playground & ngga mau pergi pas mau turun ke imigrasi, as usual karena banyak temen & masih pengen maen.

Karena naik KLM, dapet gatenya yang jauh & harus naik train dulu. Sampai di gate-nya udah rame orang antri masuk. Wow, ternyata pesawatnya besar, Boeing 747-400 yang kapasitas penumpangnya kurang lebih 400 orang. Pantesan aja ruang tunggunya penuh banget. Untung families with children boleh boarding duluan & ternyata kami dapet tempat duduk agak di belakang, mungkin yang duduk di depan yang berangkat dari Amsterdam.

During the flight, Radit ngga berhenti ngomong. Baterenya baru dicharge dalam perjalanan dari rumah ke KLIA, jadi pas di pesawat masih fully loaded. Cape juga melayani semua pertanyaannya tapi di lain pihak seneng juga karena curiosity-nya tinggi. Makannya pun ok, di KLIA sempet makan ayam & french fries sambil lari-lari, di pesawat makan lagi nasi + ayam.

Kira-kira jam 5 sore WIB landing di Soekarno-Hatta. Home sweet home !

Lama antri di imigrasi & nunggu koper, sampe kira-kira 45 menitan.

Dijemput A Endang sendirian, yang laen udah kumpul di rumah Apa & Mamah yang baru, katanya. Kan ceritanya dalam rangka kami mudik, sekalian sama ultah Apa & mau selametan rumah baru besok. Katanya sodara2 udah pada ngumpul di Pedurenan (rumah Apa & Mamah).

Bener aja, pas sampe di Pedurenan langsung disambut sama keluarga besar. Radit yang sepanjang jalan banyak diem & mulai ngantuk, pas mobilnya masuk pekarangan rumah & lihat sepupu-sepupunya menyambut, langsung seger & eager to get out of the car. Sambutannya bener-bener meriah, kayak orang udah pergi jauh & lama aja..hehe.. Anyway, seneng banget koq bisa ketemu sodara2 lagi.

Hari Minggu 7 Mei 2006, pagi-pagi ibu-ibu udah pada sibuk masak dll. Jam 9 pengajian ibu-ibu dimulai & lumayan lama juga, sampe jam 11an. Ibu-ibunya pulang trus bapak-bapaknya datang, acara sambutan trus ngaji juga (padahal rencananya tanpa ngaji) & lanjut makan siang. Setelah bapak-bapaknya bubar, giliran saudara-saudara kumpul. Selain rombongan yang udah datang kemaren, ada satu rombongan lagi yang datang dari Bandung. Seneng juga, pas mudik bisa ketemu banyak sodara.

Sorenya setelah keluarga bubar, kami ke apartemen Taman Rasuna buat kumpul sama vanalloy-ers. Ada Mas Anto, Yorin, Yoki, Mas Wicak & Mas Sonny. Mas Sonny yang datang terakhir justru yang paling ditunggu karena bawa vcd IBBC’06. Katanya susah cari parkir sampe hampir menyerah & pulang lagi. Untung ga jadi ! Emang masalah perparkiran di Taman Rasuna ini menyebalkan, dari sejak mulai dibangunnya tower 18 di atas lahan parkir, trus sempet ada lahan parkir depan mesjid yang baru tapi ternyata sekarang ditutup, trus ditambah masalah sengketa lahan tempat ngetem-nya taxi yag bikin taxi-nya harus ngetem di lahan parkir juga.

Radit tidur sejak berangkat dari Pedurenan, cape setelah seharian excited main sama sepupu-sepupunya. Sementara kami ngobrol & nonton & makan pizza, Radit tidur nyenyak. Sempet kebangun, tapi trus tidur lagi. Nonton video IBBC’06, lihat foto-fotonya & waktu di Banjarmasin, membuatku menyesal ngga bisa ikutan tapi yah apa daya. This is one of the community I miss very much in KL.

Satu yang lupa… berfoto.. jadi nggada dokumentasinya deh.

Mas Sonny & Mas Wicak pulang,  Mas Anto, Yorin & Yoki nginep. Pada ngobrol sampe entah jam berapa sementara aku nemenin Radit bobo. Cape banget.

Senin 8 Mei 2006, bangun pagi & lapar. Biasanya dari teras lihat ke podium di lantai 4 bisa kelihatan warung-warung yang jualan makanan, ternyata sekarang bersih ! Sempet panik, wah, nggada sarapan nih.. tapi ternyata setelah pada turun & survei, tempat jualannya pindah ke deket jembatan yang menuju Aston, jadi ga kelihatan dari teras kami. Breakfast nasi tim, nyam-nyam. Abis breakfast pada bermalas-malasan.. Yoki lagi off, Mas Anto cuti, mau nganter Yorin ke BSN di Manggala Wanabakti & nunggu 3 in 1 selesai (padahal setelah dipikir-pikir ga perlu lewat kawasan 3 in 1, bisa lewat Casablanca atau masuk tol dari Pancoran, tapi ternyata Mas Anto & Yorin ngira kalo Kuningan pun kawasan 3 in 1). Senin pagi, sementara di luar sana orang-orang udah mulai sibuk dengan kegiatannya, di tower 9 lantai 26 apartemen Taman Rasuna ada lima lulusan sekolah yang waktu kami masuk disambut dengan spanduk "selamat datang putra-putri terbaik bangsa", bermalas-malasan, belum mandi & tidur-tiduran. Sampe Radit bilang "Oom Anto, bangun, mataharinya udah terbit !" hehehe…

Jam 10an Mas Anto & Yorin ke BSN, Yoki ke Pasar Festival, kami ke Mal Ambasador buat beli kartu GSM lokal buat seminggu-eun & beli dvd bajakan.. i love my country..hehe..

Lunch bareng lagi Mas Anto Yorin Yoki di Bakmi GM… rasanya enak buanget deh, setelah lama ga makan yang kayak gini… mie-nya, pangsit-nya, kuahnya, bumbunya…

Abis makan nyari dvd lagi, ketemu Audi & Lili & temennya yang lagi pada bolos dari kantor… waduh, gimana ini, nambah lagi yang katanya putra-putri terbaik bangsa, koq malah nongkrong di mall ?! hehehe

Selasa 9 Mei 2006, nengok rumah di Pesanggrahan. Baru belok masuk kompleks, Radit langsung inget, ‘ini mau ke rumah Ayah !’ Seperti layaknya rumah kosong & terlantar, rumput di halaman depan udah tinggi, banyak kertas-kertas iklan & surat-surat yang dilempar aja ke teras, rumahnya bau rumah kosong, masih ada beberapa barang yang ngga ikut dibawa ke Pedurenan. Sedih juga lihatnya, however, it’s our house where we used to live for 3 years. Harus segera dibenerin & dikontrakin biar ngga tambah hancur rumahnya. Tapi halaman depan di seberang jalan malah rapi, mungkin ada yang beresin. Kebunnya Ibu Sinta di sebelah rumah makin nyaman, si ibu bikin saung. Wah, makin enak aja buat tempat nongkrong ibu-ibu.

Sempet ke rumah Ibu RT mau ngurusin PBB, tapi ibu RTnya lagi pergi, jadi ninggalin persyaratannya aja.

Trus ke bengkel benerin klakson mobil Getz, ganti relay. Sambil nunggu sempet nonton acara gosip di TV, belum banyak berubah, masih banyak berita yang dicari-cari & dipaksain buat jadi gosip.

Next destination, rumah Wendy di Bukit Nusa Indah. Had lunch there, ngasih oleh-oleh, ngobrol, Radit maen sama Najda & Fikra. Dju lagi ke Medan. Lupa buat minta kartu atm & buku tabungan.

Sorenya Frieza mengunjungi mantan kantornya di Menara Batavia. Kangen-kangenan sama teman-teman & mantan bos-bosnya sampe akhirnya ditodong buat nraktir dinner di Sate Senayan Pakubuwono sama Pak Berthy, Doni, Noezran, Switsy, Tiko, Lusi, Sari. Dari situ mampir ke Aquarius Mahakam buat meng-update lagu-lagu Indonesia terbaru.

Rabu 10 Mei 2006, ke Bandung. Sempet kena macet dua kali di tol Cikampek karena ada truk terguling. Macetnya yang sampe berhenti & ngeselin. Sampe di Bandung langsung berkunjung ke Stock Centre Soekarno Hatta, beli kemeja dll, sementara Radit tidur dengan nyenyak di mobil. Trus lunch nasi timbel Aria Jipang, masih enak juga. Masih aja ditanyain sama Ibu yang punya-nya ‘anaknya umur berapa ?’ ‘tiga tahun’ ’sama sama cucu Ibu’. The same conversation every time we go there. Nginep di Cigadung, malemnya cape & stay home. Perutku mulai kacau tapi ngga mau rugi, mumpung di Bandung, jadi tetep aja segala dimakan.

Kota Bandung lagi penuh sampah, numpuk di mana-mana. Katanya belum ada tempat penampungan yang baru, jadi dibiarin numpuk di mana aja. Kalo di Cigadung kata Mamah RW-nya udah menghimbau warganya buat misahin antara sampah kering & sampah basah, diambil seminggu sekali untuk diolah sendiri sama RW.

Kamis 11 Mei 2006, breakfast nasi tim ayam Sizi. Jalan-jalan ke Pasar Baru sama Mamah, blanja-blanji. Lunch nasi gudeg Banda jalan Lombok. Frieza dapet kabar kalo bapaknya Tria meninggal & janjian sama Joe yang lagi di Jakarta tapi mau ke Bandung buat ngelayad.

Sore ke Baso Malang Enggal di Burangrang trus mampir toko Jogja Sunda. Pulang buat nitipin Radit trus pergi lagi ke stasiun kereta api buat jemput Joe & suaminya trus ngelayad ke rumah Tria. Udah malem juga sih, sampe sana jam 10an, tapi Tria masih bangun. Akhirnya malah pada reunian, karena rumah Tria selalu jadi base camp TK’94, banyak kenangan di sana. Pulangnya sempet nge-Dwilingga di jalan Ganesha, indomie & roti bakar.

Ngga kerasa, tau-tau udah Jumat 12 Mei 2006, sebel karena udah harus balik lagi ke Jakarta. Belum sempet kangen-kangenan sama semua jajanan Bandung. Paginya cari breakfast kupat tahu, beli depan Telkom. Dari situ mau ke Pasar Balubur bingung cari jalan karena banyak yang berubah arah & jadi searah. Jam 9 an check out dari Cigadung, ke kantor Bi Iwang buat ngasih titipan dari Apa, beli batagor Riri buat dibawa ke Jakarta & brownies Amanda buat dibawa ke KL. Sekitar setengah 11an ninggalin Bandung. Targetnya harus sampe di Jakarta sebelum bank tutup, mau bayar cicilan mobil ke Bank Panin tapi harus ambil kartu atm Frieza di temennya Ade di Wisma Mulia. Akhirnya sampe Wisma Mulia jam setengah dua-an, sempet lunch dulu & ketemu Yoseph juga trus ke Bank Panin di sebelah Ratu Plaza & sampe di sana pas jam 3 & masih boleh masuk. Dari situ nengok kantor BITA yang baru di ruko di atasnya gado-gado Boplo Casablanca, deket WTC. Kantornya lumayan besar, bangunan baru. Penghuni BITA Jakarta masih tetap, berkurang Chris & satu drafter (aduh, lupa namanya) sejak aku tinggalin, tapi ngga nambah orang baru. Kangen-kangenan sama teman-teman, Radit malu-malu tapi lama-lama malu-maluin, Frieza makan pempek di bawah. Seneng juga ketemu mantan teman-teman sekantor & semua lagi ada di kantor.

Keluar dari kantor BITA Jakarta udah mulai jam pulang kantor, rame. Ke Roger’s di Senopati buat cukur. Radit tiba-tiba pengen cukur juga, ok deh, tapi jangan di sini. Ngebaso blok S dulu. Tempatnya udah dirapi-in, jadi lebih enak. Basonya masih tetep enak. Dari situ cari barber shop di Santa & nemu deket atm BCA. Seneng dia rambutnya dipotong, tumben mau duduk sendiri & diem aja pas dipotong, malah ngantuk kayaknya. Pulangnya, seperti biasa Jakarta di hari Jumat malam jam bubaran kantor abis hujan, muacet di mana-mana ! 

Sabtu 13 Mei 2006, lunch di Macaroni Panggang di Bogor sama Pak Berthy, Doni & Sari. Ini juga masih enak aja. Malemnya birthday dinner-nya Najda di PIM2 sama Wendy sekeluarga & Mamah Papap. Makan Thai, enak juga. Perut ini udah bener-bener kacau isinya selama mudik ini, tapi ya tetep aja ngga mau rugi, segala dimakan. Yang namanya PIM di malam minggu ya isinya ABG semua..hmm.. emang beda ya dandanan ABG di Jakarta dibandingin ABG di KL, di sini lebih modis, dandanannya lebih bervariasi, seneng aja lihatnya. sempet lihat beberapa artis juga.. tempat gaul sih !

Hari terakhir mudik, Minggu 14 Mei 2006, rasanya udah cape banget seminggu ini pergi-pergi terus ke mana-mana, tapi puas juga. Pagi-pagi Min, Jum & Rifki datang dari kampungnya, mau jagain rumah Pedurenan selama Apa & Mamah ikut ke KL. Sempet ke studio Butig nengok latihan VABB. Wah, studionya Pak Bambang nyaman sekali, VABB serasa punya studio sendiri. Sayang tromboners nggada yang datang, jadi ngga bisa nyoba-nyoba kemampuan bibir. Frieza sih sempet disodorin bass & partitur. Radit ngga ikut, udah mulai kecapean dia & mau kangen-kangenan sama Mas Min & Mba Jum & dede Rifki.

Siang balik ke Pedurenan, sempet tidur siang dulu. Sore berangkat ke airport dianter keluarga A Endang & A Yudi. Di airport ketemu Mbak Bonita yang penghuni Kampung Warisan juga, Frieza ketemu temennya Andrie, trus sempet ngobrol sama ibunya Tami yang mau nengokin anak & cucunya di KL. Hehehe.. it’s a small world ! Dengan berat hati meninggalkan tanah air & kembali ke dunia nyata.

Sampe lagi di Kampung Warisan R2D menjelang midnight. Beberes dulu, bongkar koper. kemaren mudik bawa dua koper, yang satu isinya oleh-oleh & balik ke KL diisi perbekalan yang di KL nggada. Ternyata malah ngga cukup dua koper, sampe harus pinjem koper Apa yang kecil.

Foto-foto selama mudik koq nggada ya ? ntar deh dicari dulu, baru di insert ke sini.

cerita mudik

May 19th, 2006 by marshamg

pengen cerita waktu mudik ke Jakarta-Bandung tapi bakal butuh waktu lama, sementara sekarang ga bisa online lama-lama karena lagi ada Mamah & Apa (mertua) yang kami ajak ke KL. Mau ngajak jalan-jalan naek mobil masih blom pe-de nyetir di sini & belum hafal jalan..biasa naik LRT & taxi..hehe..

yang pasti, seminggu ngga cukup buat mudik & melepas kerinduan pada makanan kampung halaman.. yang ada malah dapet diare..hehe..

pusing menjelang mudik

May 3rd, 2006 by marshamg

Itu yang terjadi padaku beberapa minggu terakhir ini. Dalam rangka mau mudik pertama kali sejak Frieza jadi TKI di KL, aku jadi sibuk bikin list siapa aja yang harus dikasih oleh-oleh & beli apa. Lumayan menyita pikiran & terutama keuangan. Bingung juga nyari sesuatu yang khas Malaysia, apalagi makanan, soalnya masih mirip-mirip sama di Indonesia. Rasanya belum nemu makanan khas sini yang bisa dibawa pulang buat oleh-oleh selain teh tarik & coklat isi duren. Akhirnya tadi malem ke supermarket Isetan karena di sana ada satu pojokan "Malaysian delight". Rasanya sih nggada makanan yang aneh, tapi yah akhirnya kami beli juga supaya bisa pulang dgn membawa sesuatu yang khas dari sini untuk di-share sama keluarga & teman-teman.

Selain pusing mikirin oleh-oleh, dalam rangka mau mudik ini pusing juga ngatur jadwal nanti di Indonesia, terutama kalo ke Bandung, gimana ngatur jadwal untuk berkunjung ke batagor Riri, somay, nasi timbel Aria Jipang atau timbel depan Istiqomah, martabak San Fransisco, baso malang Enggal di Burangrang, mie ayam Sakinah, kupat tahu, nasi tim ayam Sizi..hmm..apa lagi ya ?! kalo di Jakarta kayaknya ngga banyak.. baso blok S, roti bakar Eddy, bakmi GM .. baru itu yang masuk list. Untng kemaren ini udah dibawain pempek Pak Raden, jadi bisa mengurangi daftar (buat Udin & Vd.. thank you very much buat pempeknya ya !)

Belum lagi, dalam waktu yang terbatas (1 minggu), pengen ketemu keluarga, sodara-sodara & temen-temen..belum tau juga kapan ketemu siapa di mana. Juga mau menyelesaikan urusan perbankan, rumah.. wah, so many things to do !

Anyway.. we’re very excited and looking forward for this trip home.

long weekend

May 1st, 2006 by marshamg

Kemaren dapet long wekend karena Labour Day di sini libur, sementara di Jakarta buruhnya pada demo & kantor-kantor buka seperti biasa. Long weekend kemaren ini kami manfaatkan buat belanja oleh-oleh karena minggu depan mau mudik.

Sempet terjadi kepanikan gara-gara hari Jumat siang Frieza ditelpon sama sekolahnya Radit yang bilang kalo Radit kemungkinan kena chicken pox karena di sekolahnya ada yang udah kena. Radit sendiri bilang "Mah, kata Teacher, Radit kena chicken pox. Temen-temen ngga boleh deket-deket Radit". Teachernya nyuruh Radit diperiksa ke dokter karena liat ada beberapa bentol merah di badannya. Pas emang di bahunya udah beberapa hari ada 2 bentol kayak bisul, di bawah ketiak ada merah-merah yang keliatannya kayak kena ulat bulu, di paha ada satu bekas luka yang aku sendiri lupa apa itu bekas bentol gigitan nyamuk yang digaruk atau bukan. Tapi nggada demam. Anyway itu udah sempet bikin panik, apalagi rencana mau pulang tanggal 6 Mei, takutnya kalo ketauan lagi sakit nanti ngga boleh ninggalin Malaysia. Udah sempet mikir kalo emang positif, aku & Radit mau pulang duluan ke Indonesia, biar sakit di sana aja sekalian.

Sorenya setelah Frieza pulang dari kantor, kami ke klinik deket rumah sesuai rujukan dari asuransi. Lumayan juga, tinggal nunjukin kartu asuransi (untung udah apply) trus ngga perlu bayar apa-apa, baik dokter maupun obat. Bener-bener cashless.

Dokternya ngga bisa ngasih jawaban karena katanya masih terlalu dini untuk melihat tanda-tandanya. Katanya sih ada slight fever (37.5 derajat C) tapi Raditnya sendiri ngga keliatan sakit. Dikasih antibiotik (kata siapa dokter di luar negri ngga suka ngasih antibiotik ?!), obat untuk demam & obat untuk gatal.

Dari dokter, kami dinner di KFC trus mungkin karena kebanyakan makan atau ngga tau juga kenapa, Radit muntah. Wah, makin deg-degan aja.

Sabtu pagi ngecek badan Radit kalo-kalo ada bentol baru… nggada. ada beberapa bintik merah kayak bekas gigitan nyamuk. Sesuai saran dokter, Radit ngga dimandiin dulu. Hari itu dia keliatan agak lesu, wah, beneran nih. Seharian stay home & beberes rumah.

Minggu pagi ngecek badan Radit lagi.. ngga nemu yang baru.. dia masih keliatan ngga seger tapi mau aja diajak pergi. Ke IKEA belanja oleh-oleh buat keluarga. Radit malah keliatan sehat seperti biasa, lari-lari sana-sini.

Senin pagi ngecek badan Radit.. still nothing new.. ngga jadi sakit kayaknya nih, bentol-bentolnya ngga nambah. Pergi ke Carrefour belanja keperluan rumah, amit-amit ramenya. Radit keliatan sehat seperti biasa. Makannya juga ok.

Akhirnya kami mengambil kesimpulan kalau Radit sehat & it was a false alarm. Hari Selasa sekolah seperti biasa & sampai hari ini alhamdulillah sehat-sehat aja, makin cerewet & makin pinter. Insya Allah jadi deh mudik Sabtu ini.

Theme Song

April 23rd, 2006 by marshamg

Last week was not a very good week for me. Everything just seems to be going wrong. I had a couple of fights with Radit, couldn’t control my temper. Lagi males-malesan. Lagi bingung soal parenting, need to learn more. Ngga ikut pengajian rutin. Kerjaan tiap pagi cuma nginternet & lagi seneng buka friendster & add new friends. Ada pengajian Jumat malem sambil selametan tetangga yang baru pindah, mau ikut ternyata katanya tanpa mengurangi rasa hormat dimohon untuk tidak membawa anak, ya sudah jadinya Frieza aja yang pergi.

So my theme song for the week was

Where is the moment when we need it the most

You kick up the leaves and the magic is lost

They tell me your blue sky’s faded to grey

They tell me your passion’s gone away

And I don’t need no carrying on

Stand in the line just ahead of the law

You’re faking a smile with the coffee you go

You tell me your life’s been way off line

You’re falling to pieces everytime

And I don’t need no carrying on

Cause you had a bad day

You’re taking one down

You sing a sad song just to turn it around

You say you don’t know

You tell me don’t lie

You work out a smile and you go for a ride

You had a bad day

The camera don’t lie

You’re coming back down and you really don’t mind

You had a bad day .. You had a bad day

Well you need a blue sky holiday

The point is they laugh at what you say

And I don’t need no carrying on

Cause you had a bad day

You’re taking one down

You sing a sad song just to turn it around

You say you don’t know

You tell me don’t lie

You work out a smile and you go for a ride

You had a bad day

The camera don’t lie

You’re coming back down and you really don’t mind

You had a bad day

Sometimes the system goes on the blink

And the whole thing it turns out wrong

You might not make it back and you know

That you could be well oh that strong

Well I’m not wrong

So where is the passion when you need it the most

Oh you and I

You kick up the leaves and the magic is lost

Cause you had a bad day

You’re taking one down

You sing a sad song just to turn it around

You say you don’t know

You tell me don’t lie

You work out a smile and you go for a ride

You had a bad day

It seem what you like

And how does it feel for one more time

You had a bad day …. had a bad day

By the end of the week, I changed my theme song to

I don’t care if Monday’s blue

Tuesday’s grey and Wednesday too

Thursday I don’t care about you It’s

Friday I’m in love

Monday you can fall apart

Tuesday Wednesday break my heart

Thursday doesn’t even start

It’s Friday I’m in love

Saturday wait

And Sunday always comes too late

But Friday never hesitate…

I don’t care if Mondays black

Tuesday Wednesday heart attack

Thursday never looking back

It’s Friday I’m in love

Monday you can hold your head

Tuesday Wednesday stay in bed

Or Thursday watch the walls instead

It’s Friday I’m in love

Saturday wait

And Sunday always comes too late

But Friday never hesitate…

Dressed up to the eyes, it’s a wonderful surprise

To see your shoes and your spirits rise

Throwing out your frown and just smiling at the sound

And as sleek as a shriek spinning round and round

Always take a big bite, it’s such a gorgeous sight

To see you eat in the middle of the night

You can never get enough, enough of this stuff

It’s Friday I’m in love

I don’t care if Monday’s blue

Tuesday’s grey and Wednesday too

Thursday I don’t care about you

It’s Friday I’m in love

Monday you can fall apart

Tuesday Wednesday break my heart

Thursday doesn’t even start

It’s Friday I’m in love

This week I intend to improve and make it a good week.